CMD

cmd

Tugas penkom

Konsep Kompressi

Konsep kompressi mirip dengan konsep mencontek. Kok bisa??? Jangan khawatir, ini hanya illustrasi. Bayangkan saat ujian, murid A menuliskan jawaban pada selembar kertas, melipat-lipat kertas tersebut, lalu melemparnya kepada murid B. Murid B menangkapnya, membuka lipatan kertas, dan membaca jawaban yang tertera.

Perhatikan, kertas yang terlipat bisa dibayangkan sebagai sebuah file/berkas yang dimampatkan atau dikompress, ukurannya yang lebih kecil membuatnya untuk berpindah tangan. Tetapi untuk mendapatkan ukuran yang lebih kecil dan kecepatan transfer, ada yang harus dibayar sebagai konsekuensinya. Sang penerima (Murid B), harus membuka lipatan kertas tersebut sebelum dapat membaca jawaban ujian. Kita dapat membayangkan proses ini sebagai proses dekompressi, diperlukan waktu dan resource untuk melakukannya.

Algoritma dan Rasio

Konsepnya terdengar mudah, bagaimana dengan algoritmanya? Salah satu algoritma yang sederhana ditunjukkan dengan algoritma yang dikenal denga Run-length encoding (RLE). Contohnya, terdapat string input sebagai berikut:

AAAAAAAABBCCCCDDDDDD

String tersebut dapat dikompressi menjadi:

8A2B4C6D

Terlihat, angka di dpan huruf mempresentasikan beberapa banyak hurufyang sama terulang secara berentet. 8A berarti AAAAAAAA, 2B berarti BB, dan seterusnya. Prosees ini juga disebut proses encoding, dengan mentransformasikan informasi ke format lain. Contoh yang cukup dikenal adalah encoding dari format WAV ke MP3, proses kebalikannya disebut decoding.

Karena tujuannya untuk mengecilkan ukuran, maka perhitungan rasio menjadi suatu tolak ukur keberhasilan sebuah algoritma kompressi. Rasio kompressi dapat dihitung dengan rumus:

Rasio kompressi = ukuran data sebelum terkompressi/ukuran data setelah terkompressi.

Dari contoh sederhana tadi, ukuran sebelum terkompressi adalah 20 karakter, sementara ukuran setelah terkompressi adalah 8 karakter. Maka diperoleh 20/8 yang menghasilkan rasio kompressi sebesar 2.5, dinotasikan dengan 2,5:1. dan dapat diterjemahkan dalam kalimat: setiap 2,5 karakter pada contoh string tersebut dapat di kompressi hanya 1 karakter.

Beberapa aplikasi seperti Winzip pada Windows, menuliskan rasio kompressi dengan persentase, melalui rumus:

% rasio kompressi = (ukuran data setelah terkompressi/ukuran data sebelum terkompressi) x 100.

Masukkan angka dari contoh yang sama, yaitu (8/20) x 100 sehingga diperoleh persentase rasio kompressi sebesar 40%. Artinya, hasil kompressi adalah sebesar 40% dibandingkan ukuran aslinya. Dalam hal ini, semakin kecil tentu semakin baik.

Perhatikan Gambar 1

Menunjukkan sebuah file .zip yang memiliki ratio (6%)

Tetapi jangan kecewa jika Anda mencoba kompressi ZIP/RAR pada file teks berisi 20 karakter seperti contoh (yang berarti berukuran 20 byte). Karena Anda akan mendapatkan hasil kompressi yang justru hasilnya membengkak, bisa jadi berukuran diatas 100 byte! Hal ini terjadi karena file kompressi ZIP/RAR menyimpan informasi header atau format tertentu, dan memang bukan ditujukan untuk mengompress file dengan ukuran kecil.

Algoritama RLE yang ditunjukkan diatas masih sangat sederhana, dan terlihat baru efektif jika terjadi banya pengulangan data. Jika data merupakan file teks/tulisan dalam kalimat berbahasa Indonesia/Inggris , relative tidak terdapat banyak rentetan pengulangan karakter. Tetapi data berupa grafik sederhana berupa icon atau gamba yang memiliki banyak warna area yang sama (seperti gambar garis hitam dibidang putih),cenderung memiliki banya pengulangan byte.

Mari melihat contoh algoritma kompressi lainnya yang merupakan dasar algoritma yang disebut predictive coding, data awal secara sederhana dicontohkan dengan variable array.

Kompressi Executable

Jika Anda melihat file ZIP dan membandingkan dengan file JPEG atau MP3, mungkin timbul pertanyaan mengapa file ZIP harus diektrak terlebih dahulu, sementara MP3 dapat diakses langsung oleh media player yang mendukung format tersebut? Sebenarnya yang terjadi adalah file MP3 itupun di-ektrak secara real-time oleh aplikasi audio player sebelum data itu dijalankan. Tentunya proses tersebut berasa dibackground aplikasi. Jadi, aplikasi player tersebut harus memiliki engine decode untuk format MP3, demikian juga untuk format kompressi lainnya.

Konsep yang sama berlaku jika Anda file kompressi executable, yaitu sebuah file EXE yang dikompressi, tetapi masih ber ekstensi EXE (dengan ukuran lebih kecil), dan siap dijalankan. Engine atau kode untuk maelakukan dekompressi ditamamkan pada file yang sama. Untuk membuat file kompressi executable ini, diperlukan software yang berfungsi sebagai executable compressor (atau packer), yang khusus didesain untuk mengkompressi file executable.

Keuntungan dari kompressi executable adalah:

Anda tidak membutuhkan aplikasi lain untuk melakukan dekompressi, bandingkan jika Anda mengompress sebuah file EXE kedalam ekstensi ZIP/RAR, untuk menjalankan file EXE tersebut, Anda memerlukan aplikasi seperti Winzip untuk melakukan dekompressi.
Dari segi keamanan, kompressi executable dapat menyulitkan usaha reverse engineering atau proses pengodean ulang file tersebut untuk dianalisi oleh pihak lain.
Bagaimana dari segi kecepatan? Walaupun teap dibutuhkan waktu untuk proses dekompressi sebelum dieksekusi, dilain sisi ukuran file yang lebih kecil akan mempercepat waktu transfer data ke memory. Karena itu, umumnya file kompressi executable tidak bermasalah dalam hal kecepatan
Untuk penggunaan yang umum, kompressi executable tidak terlalu popular mengingat kapasitas media storage yang relatif besar untuk menyimpan file executablae. Tetapi kompressi executable sering digunakan oleh malware, dengan tujuan agar program malware tersebut lebih cepat terdistribusi, dan lebih sulit dianalisi. Beberapah contoh adalah UPX, NeoLite, eXPressor, dan seterusnya.

Tugas Penkom spesifikasi komputer

Ini Spesifikasi note book saya haha cukup menggelitik , kayanya maen game battle field 3 bisa kayanya…. ,alias bisa meleduk haha

specification 2

specification

specification 3

Teknologi produksi unggas

hari pertama praktek men ,  unggas you know lah unggas , bukan sembarang unggas men bayangkan dibalik keuntungan beternak unggas gila bisa sampe milyaran makanya banyak orang gambling di usaha ini , tapi ada juga yang dimana setelah usaha tersebut punya utang yang bejibun gileeee . denger – denger kata bokap gw yang notabene kerjaan dia sih sales pakan ternak dan ikan . katanya mereka bisa ngutang ampe 100 juta buat makanan ayam doang … aduh ga kebayang itu bayar nya gimana sedang kan pemasukan mungkin bisa dibilang ada yang banyak ada yang sedikit sekian dari gw yah tar dilanjut lagi , udahan prakteknya

 

Maskool.in – Pionir Situs Fashion Diskon Setiap Hari Khusus Pria di Indonesia Tanpa Registrasi

Maskoolin

Berbahagialah anda kaum Adam. Pasalnya, sekarang tidak perlu bingung lagi untuk mencari tempat berbelanja produk-produk mode karena kini telah tersedia sebuah website yang dengan mudah, cepat, dan harga yang terjangkau menyediakan beragam kebutuhan tersebut. Segala produk penunjang pria pesolek ini akan mudah didapatkan melalui Maskool.in (dibaca Maskulin). Mereka mengklaim website mereka sebagai pionir situs fashion diskon setiap hari khusus pria di Indonesia.

Situs diskon ini pun hadir dengan konsep flash fashion sale di mana anda bisa membeli produk-produk yang ditawarkan dengan diskon hingga 80% setiap harinya. Pihaknya juga menawarkan pengalaman berbelanja online yang mudah, tanpa registrasi dan aman. ”Maksudnya aman, dalam setiap bagian-bagiannya kami coba berikan update terbaru kepada pelanggan dan mereka bisa menerima notifikasinya melalui e-mail dan SMS mengenai status pembelian barangnya,” ujar Ilham Syafrialdi selaku CEO dan pendiri dari situs Maskool.in.

Adapun produk yang tersedia disitus ini sangatlah beragam mulai dari kemeja, celana, jaket, kaos, topi, hingga aksesoris pria seperti kacamata. Dengan produk yang selalu diperbaharui hampir setiap minggunya,Maskool.in menawarkan beragam variasi produk yang berasal dari kurang lebih 40 nama merek lokal ternama seperti SATCAS, Monstore, Pot Meets Pop, Zevin, Koala Authentic, Lighthouse, Drei, Vission Mission, dan masih terus bertambah.

Situs Maskool.in sendiri sampai saat ini sudah mengirimkan produk hampir ke seluruh Indonesia tanpa minimum order dengan ongkos pengiriman merata yakni sebesar IDR 10.000 ke seluruh Indonesia. E-Commerce akan menjadi masalah jika barang yang dibeli ternyata lebih kecil atau lebih besar. Tapi di Maskool.in pembeli dapat melakukan penukaran barang dalam waktu 7 hari sejak barang diterima sesuai dengan prosedur yang sudah diatur dengan mudah.

Ilham Syafrialdi menyatakan bahwa pihaknya ingin para pria memiliki sebuah tempat yang menyediakan beragam produk mode yang berkualitas. Tentunya dengan harga yang terjangkau, mudah didapat, dan memiliki banyak pilihan. Maka dari itu, dibuatlah wadah untuk membantu kebutuhan pria melalui situs ini.

Tidak selalu pelanggan yang diuntungkan di Maskool.in. “Pemilik merek pun juga diuntungkan karena kami membantu menjual produk-produk mereka secara luas dan cepat serta membantu mengosongkan inventaris stok koleksi lama mereka”, terang Ilham. Singkatnya Maskool.in membantu pelanggan mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang terjangkau dan membantu para pemilik merek lokal tersebut untuk menghabisi stok lama mereka, sehingga mereka bisa tetap fokus untuk mengembangkan produk-produk baru ke depannya.

Maskoolin
Maskoolin

SCREAMOUS presents A Full Look Into Their Spring and Summer 2013 Collection

Read more »

Arena Experience presents ARN Daily Cult Series Lookbook for 2013 Collection

Arena Experience

The in-house label from one of the promising local store in Bandung Arena Experience ARN recently presented an extensive lookbook featuring selected goods from their latest collection for summer 2013 called “ARN Daily Cult Series”. Consisting of several pieces, the line up is defined by their designer’s signature and resulting in a simple yet attractive designs.

Most of the products such as graphic t-shirts also pay tribute to Norway Black Metal scenes, Ian Curtis of Joy Division, Morrissey, and many more. For more story about this collection “ARN Daily Cult Series” please visit their official website at arenaexperience.com. All of these items are available now online and offline at Arena Experience store in Bandung.

Arena Experience
Arena Experience
Arena Experience
Arena Experience
Arena Experience

Tips Membedakan Converse Original dan Fake

 

Converse Fake yang beredar di Indonesia biasanya adalah model CT Basic/Classic. Apalagi sekarang ini geng, banyak banget seller-seller nakal yang jual Fake tapi ngakunya jual Ori. Waduh! Kan sayang juga kalo kita ketipu, udah ngeluarin uang ratusan ribu, eh dapetnya Fake juga!
Okew! Kali ini kami akan membagi beberapa tips untuk membedakan antara Converse CT Bassic/Classic Original dan Fake. Namun ini hanya secara garis besarnya saja.
Yang paling sangat mendasar dari untuk melihat antara Fake dan Ori ada 3 aspek. Yaitu dari Tag, Insole dan Heel Patch.

1. Insole

Converse yang ori begini penampakan Insolenya:
IMG_3629

Pokoknya kalo insole Converse CT Bassic/Classic ga kaya gambar di atas, udah di pastikan itu Fake atau palsu.

begini deh contoh insole yang Fake:

Jelek banget kan, dan ga rapih!

2. Heel Patch

Heel Patch tu logo/tulisan Converse All Star yang ada di bagian belakang sepatu. Kalo yang original itu gambarnya penuh alias ngga cacat. Begini deh penampakannya yang ori:

Kalo yang Fake itu pasti heel patchnya ada yang cacat. Alias ngga penuh. Begini deh contohnya:

3. Tag Size

Pada tag size Converse emang agak rumit, ngga kaya Vans. Langsung aja deh, begini penampakan kalo yang Ori:


Gambar di atas adalah contoh Converse made in Indonesia. Kode pabriknya 6x. Oia, Converse itu sama kaya Vans juga loh, punya kode produksi yang menandakan dimana Converse itu di buat.
Indonesia mempunya dua pabrik, di Tangerang yang berkode 6x, dan di Sukabumi mempunyai kode 6y. Cari deh gambar di atas yang ada tulisan 6x-nya.
Dan tidak hanya di Indonesia, untuk pabrik Converse di Asia ada di China dan Vietnam. Untuk kode China ada 7B, 7D & 8E. Dan Converse dari Vietnam mempunyai kode: 9D, 9K & 9Z.
Coba kalian perhatikan angka GYS1D4R400653 dan M64NDCPC00620. Itu sepasang sepatu, yang Original justru berbeda, kalo sama berati Fake gan!

Buat contoh tag size yang Fake kaya begini nih:


liat deh, kanan sama kiri kodenya sama. Lalu pengukurannya juga ngawur banget. Pakenya MM. Bandingin deh sama gambar tag size yang Ori, pasti agan bakal banyak nemu kejanggalan!

namun untuk bagian tag size dan heel patch, pabrik Converse di Indonesia sudah mengeluarkan model baru, mungkin biar semakin susah di replika kali ya! hehe. Tapi untuk model tag size dan heel patch yang baru belum beredar secara resmi di Legal Market. (if you know what i mean).
Nanti deh kalo udah beredar akan kami share juga ya :D

Jadi begitulah ciri-ciri Converse Ori dan Fake, di atas cuma garis besarnya saja. Dan di atas hanya mengerucut pada garis besar saja, karena di Indonesia memang yang banyak terjadi penipuan kebanyakan ber-model CT Bassic/Classic.
Buat teman-teman yang ingin membeli secara Online, lebih baik lebih berhati hati jika mau membeli model tersebut. Pastikan seller mau memberi jaminan Original. Kalo seller meragukan, tinggalin aja bray! cari ke seller yang udah recommended aja hehe.

Sekian tips dari kami, semoga bermanfaat untuk teman-teman yang membaca. Maaf kalo ada salah kata ya :D

Lars Ulrichs Top Tracks Of All Time

lars ulrich Lars Ulrichs Top Tracks Of All Time

Lars Ulrichs Top Tracks

Lars Ulrich – I’ve obviously always been interested in music with energy, with an underlying heaviness. But I’ve also been very interested in the simplicity of a song. At the heart of all of these tracks is a great song: a cycle of verse, bridge and chorus.”

 

“Let There Be Rock” AC/DC, 1977
Where AC/DC let loose the most. It has a Detroit, Stooges-MC5-style type of total energy.

“So What?” Anti-Nowhere League, 1981
This record took punk lyrics and attitude to a place no one else would go. When Animal, the singer, says he “sucked an old man’s cock,” that’s the bonus.

“Don’t Get Yourself in Trouble” Bachman-Turner Overdrive, 1973
My father went to America a lot, and he would bring home 45s. That’s how I got into BTO. This is their heaviest track, with a great groove and a simple riff.

“Tattoo Vampire” ” Blue Öyster Cult, 1976
Listen to this back-to-back with BTO and AC/DC — it has that repetitive feel in the riff. And the drummer does a banging half-time on the cymbal, beating the shit out of it to get that sizzling effect.

“Silver Lightning” Bow Wow, 1977
Being from Japan gave these guys a chance to come up with their own sound: English blues rock with American flash and punky uppityness.

“Child in Time” Deep Purple, 1970
I was nine years old when my father took me to see Deep Purple. It put me on a different path. This is their “Stairway to Heaven.”

“Helpless” Diamond Head, 1980
The cornerstone of our sound: riff and energy, but also a high regard for arrangement.

“Free Speech for the Dumb” Discharge, 1982
I’ve never been able to figure out this guitar solo. It shows up with no rhyme or reason.

“Prowler” Iron Maiden, 1980
It’s got it all — energy, rawness, song structure.

“Evil” Mercyful Fate, 1983
They were ridiculed for the makeup and theatricality. But the singer was very serious — and the sweetest guy.

“Overkill” Motörhead, 1979
When I heard those double-bass drums pumping away, it blew my head off. And underneath is this giant middle finger trying to get out.

“Commando” The Ramones, 1977
It was a tossup between this and “Cretin Hop.” I always thought they were closer to hard rock than to the Sex Pistols.

“Jumpin’ Jack Flash” The Rolling Stones, 1968
My assignment was the Seventies and Eighties hard rock and metal, but “Jumping Jack Flash” fits on this list. After the . . . And Justice for All tour, when we wanted to pull back from the progressive side to something simpler, we talked about this song. It’s the blueprint for what is possible in a hard rock song in two minutes.

“Forty-Five Hundred Times” Status Quo, 1973
This is an epic — their “Free Bird.” The guitar solos are less about ability and showing-off, more about fitting into the track. And John Coghlan, the drummer, flips the rhythm two or three times ? effortlessly so.

“The Rocker” Thin Lizzy, 1973
This track links their early progressive and Irish-folk side with their later stuff. This was my introduction to Thin Lizzy, and I ended up seeing them a hundred times. They would play Denmark every six months.

“Killers” Tygers of Pan Tang, 1980
This was about the guitars. Robb Weir should do ads for the wah pedal. He bent the strings while stepping on the wah to get the solos to cry out. This sounds as good in 2010 as it did in 1980. And spelling Tygers with a ‘y’ — that was cool in itself.

The Green Hilton Memorial Agreement in Geneva on 14 November 1963

The Green Hilton Memorial Agreement in Geneva on 14 November 1963, these agreements often make the busy times of whoever want to become President of Indonesia. And, this is an agreement that makes some people crazy to spread the money to get this piece of property that became known as “one of the ‘treasure people and nation of Indonesia. This is an agreement by the world community as an Eternal Heritage of Mankind.
This then is the target of a Soeharto secret team to torture Soebandrio to open their mouth. This agreement made when Megawati became President, her bill promises to Switzerland but also didn’t work. Whereas Megawati has said that she was President and she is daughter of Soekarno, but still could not. This then makes SBY (President of Indonesia) formed a secret team to keep track of this property but also remained barren.
The agreement is called The Green Hilton Memorial Agreement Geneva. Deed that most expensive in the world was signed by John F. Kennedy as President of the United States, Ir Soekarno as President of Indonesia and William Vouker representing Switzerland.
Triangular agreement was done at the Hilton Hotel Geneva on 14 November 1963 as a continuation of the MOU that had carried out in 1961. The point is the U.S. government acknowledged the existence of gold bullion valued at no less than 57 thousand tons which consists of 17 gold packets from Indonesia. Indonesia received the gold bullion was to be collateral for the U.S. financial world that its operation conducted by the Swiss Government through the United Bank of Switzerland (UBS). The agreement is valid three years later, 14 November 1965 (picture below is just one of many pieces of the agreement).
On the other documents mentioned unpublished, the use of collateral that the U.S. must pay a fee of 2.5% a year to Indonesia. It’s just fear of a corrupt leadership will emerge in Indonesia, then the fee payment will not be open. This means that the rights fee disbursement authority is not on anyone beside or behind the President, but there is the banking system that has been made in such a way that redemption was not easy, including the President of the United States itself.
This special account created to hold assets that until now no one knows its existence except John F Kennedy and Sukarno. Unfortunately before Soekarno and JFK was murdered, they had no time to give the mandate of redemption to anyone in the country. Even if there is a claim believed that Soekarno to liquefy assets, it can be guaranteed that person lie, unless there are specific signs of important documents that do not know anyone who stores up to now. Such an important document that the authors and readers interviews that has source from elder persons in the country of Indonesia or interviews with sources in the Netherlands, France, Germany, Singapore, Malaysia and Hong Kong.
Kennedy and Johnson with Indonesia’s Sukarno 1961 – Image: © Bettmann/CORBIS, Date Photographed: April 25, 1961
The Hilton Green Agreement was a dumbest agreement for the U.S., because the U.S. recognizes and claims that those assets are actually their spoils of war. According to written documents. The confiscated property from the U.S. when the conquering Germans in World War II. Germany also recognizes that the property was confiscated when Germany attacked the Netherlands. Netherlands also admitted that the property is a treasure that carried prey VOC when Indonesia invaded by Netherland.
Based on the facts found in the field, this property has ever wanted to be cashed in 1986-1987, but failed, then there is another trial beginning in 2000, also failed. Now, when the crisis hit the U.S. and almost whole world invaded by the U.S., President Obama administration tried to convince the world through the word of the Pope at the Vatican that the U.S. has right to withdraw this property. On the basis of the interests of mankind, it seems the Vatican began to melt hearts. The issue says that the Vatican has given its blessing to ignore it, without the direct intervention of Indonesia.
According to a source at the Vatican, when the U.S. president expressed intention to the Vatican, the Pope asked whether Indonesia has been agreed. Reportedly, the U.S. only use the fact MOU between the G-20 in the UK where Indonesian President SBY also signed an agreement to provide the world’s financial authorities to the IMF and World Bank to seek alternative funding sources.
The report says, the Vatican ordered that Indonesia be given assistance. Possible IMF aid of USD 2.7 billion in facilities SDR (Special Drawing Rights) to the middle of last year Indonesia was the realization of this agreement, so there is a growing issue that such assistance should not be returned. By Bank Indonesia’s support for the IMF used to strengthen the country’s foreign exchange reserves. Writers and thinkers of the House of Representatives have come to clarify about the status of this IMF money.
If this was true hopelessness of this nation, that only received USD 2.7 billion. Though the property is worth a thousand trillion dollars. That is Greatest heritage assets of Indonesia, such assets that resulted from the hard work of Indonesia ancestors in the golden era of the kingdom in Indonesia. For once, just to buy rice peoples must use gold as a means of payment in Indonesia. Even the kingdom of China to buy spices in Indonesia using gold.

Source : http://www.thosepeoples.com/2012/04/green-hilton-memorial-agreement.htm

Powered by WordPress | Designed by: best suv | Thanks to trucks, infiniti suv and toyota suv